GAY DESERVES DIE
Friday, December 29th, 2006I’ve just returned from Jakarta, yesterday. It was along trip, and bunch of stories to tell, including the homo incident. THAT FUCKING BASTARD GAY.
I mean, mana bisa kita milih dengan siapa kita duduk di kereta? Aku emang ngga sering-sering amat naek kereta. This is my second time being alone, kalo tripnya diitung sepasang/pp. Seperti biasa basa-basi dikit nanya "turun di mana?", walaopun males, kadang hal-hal sepele ini could save our arse dari insiden tida terduga seperti ketiduran di stasion. Kan ngga ada kernet di kereta.
Well, check again. Know whom youre sitting with first. That’d really SAVE your ARSE.
Homo sialan ini pertama ngajakin ngomong, dan memulai percakapan dengan topik berkategori MALES BANGET. Ngapain ke jakarta? Wawancara di mana? Perusahaan bidang apa? Apa itu IT? Apa isi tas lo? Kok tas lo jelek?
Lalu dia mulai ngomongin semakin banyak hal-hal yang nggak perlu, sambil pura-pura ngasih tips…
"Lo kalo ke Jakarta, jangan keliatan kayak dari kampung, bisa jadi korban kejahatan…."
(Well, at least orang kampung ini tahu apa artinya "IT". Then check again, siapa yang berotak udang kampung.)
Waktu dia deketin wajahnya dengan gaya berbisik, sebenernya aku udah kerasa ngga enak. Kalo hal ini dilakukan ke cewek, ini bisa jadi prelude ke harassment yang lebih serius. Kalo dilakukan ke cowok, maka dia punya problem kejiwaan & orientasi seksual yang serius…
The sympoms are identified correctly. Dia mulai bicara sambil megang lengan, dan diakhiri dengan colekan ke pipi. AND HE DID IT TWICE!!! HE COULD NOT UNDERSTAND SOFT LANGUANGE OF "GET LOST", semua jawaban yang ditujukan buat menghentikan percakapan…
"Nanti kalo ke Jakarta main aja ke rumah…"
BIAR CEWEK DI DUNIA INI ABIS PUN AKU NGGAK SUDI
THEN I JUST PUT MY FACE WITH CLEAR SIGN:
"TOUCH ME AND I SWEAR I’LL STUCK TWO OF MY SHOES TO YOUR ARSE, AND YOU’LL BE WALKING FUNNY FOR THE REST OF YOUR LIFE".
Then I went sleep. I’m sure I could beat him with two or three combo, that’s why I’m not that terrified. Maksudnya kalo mau berantem beneran, aku masih bisa lembarin dia keluar kereta lewat jendela. Itupun kalo ngga ada temen seperjuangan dia di kereta…
AAAARGGGGHHH!!
KAU PANTAS MATI GAY SIALAN!!!